Trade of Theory

Teori trade off berusaha menemukan rasio hutang yang optimal dengan mempertimbangakan antara manfaat dan biaya dari penggunaan hutang. Teori ini menyatakan bahwa struktur modal optimal akan tercapai bila manfaat nilai tambah dari penggunaan hutang yang berupa penghematan pajak dapat menutupi peningkatan biaya financial distress sehubungan dengan penggunaan hutang (Bradley et al. 1984)

Dalam kenyataannya, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Model trade-off mengasumsikan bahwa struktur modal perusahaan merupakan hasil trade-off dari keuntungan pajak dengan menggunakan hutang dengan biaya yang akan timbul sebagai akibat penggunaan hutang tersebut. Kenyataannya semakin banyak hutang, maka semakin tinggi beban yang harus ditanggung. Satu hal yang penting bahwa dengan meningkatnya hutang, maka semakin tinggi probabilitas kebangkrutan. Beban yang harus ditanggung saat menggunakan hutang yang lebih besar adalah biaya kebangkrutan, biaya keagenan, beban bunga yang semakin besar dan sebagainya. Menurut Munawir (2014) bahwa biaya kebangkrutan yang cukup signifikan mencapai 20 persen dari nilai perusahaan. Biaya tersebut mencakup dua hal :

  1. Biaya langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi, pengacara dan lainnya yang sejenis.
  2. Biaya tidak langsung : Biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan, perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara normal.

Teori Trade off menjelaskan adanya hubungan antara pajak, risiko kebangkrutan dan penggunaan hutang yang disebabkan keputusan struktur modal yang diambil perusahaan. Teori ini memperbandingkan manfaat dan biaya atau keseimbangan antara keuntungan dan kerugian atas penggunaan hutang. Perusahaan asuransi pada umumnya melakukan pinjaman dalam rangka untuk pengembangan perusahaan. Trade-off theory menyatakan bahwa struktur modal optimal tercapai pada saat terjadi keseimbangan antara manfaat menggunakan utang dengan biaya menggunakan utang. Manfaat menggunakan utang berbentuk tax shield. Biaya menggunakan utang antara lain beban bunga utang, biaya kebangkrutan, dan agency cost.

Implikasi trade-off theory adalah:

  1. Perusahaan dengan risiko bisnis besar harus menggunakan lebih kecil hutang dibanding perusahaan yang mempunyai risiko bisnis rendah, karena semakin besar risiko bisnis, penggunaan utang yang semakin besar akan meningkatkan beban bunga sehingga akan semakin mempersulit keuangan perusahaan.
  2. Perusahaan yang dikenai pajak tinggi pada batas tertentu sebaiknya menggunakan banyak utang karena adanya tax shield.
  3. Target rasio utang akan berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lain. Perusahaan yang profitable dan mempunyai lebih banyak tangible asset mempunyai target rasio utang yang lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak profitable dan mempunyai lebih banyak intangible assets.