Profitabilitas

Perusahaan yang menghasilkan laba (profitable) juga akan melakukan disclosure yang lebih luas, hal tersebut disebabkan manajemen perusahaan ingin menyakinkan bahwa perusahaan dalam posisi persaingan yang kuat dan memperlihatkan bahwa kinerja perusahaan juga bagus. Profitabilitas adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan laba dalam hubungannya modal tertentu. Profitabilitas perusahaan mencerminkan tingkat efektifitas yang dicapai oleh suatu operasional perusahaan.Terdapat beberapa cara untuk menilai kinerja suatu perusahaan salah satunya dengan mengamati tingkat profitabilitasnya. Untuk menilai tingkat profitabilitas suatu perusahaan dapat dilihat dari net profit (laba/rugi bersih sesudah pajak). Profitabilitas rendah menunjukkan bahwa tingkat kinerja manajemen perusahaan tersebut kurang baik.

Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan (Kasmir, 2013). Laba yang besar merupakan tujuan utama perusahaan. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Para investor di pasar modal sangat memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan meningkatkan profit. Hal ini menjadi daya tarik bagi investor dalam melakukan jual beli saham. Oleh karena itu manajemen harus mampu memenuhi target yang telah ditetapkan Dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang besar dengan modal yang dimiliki, akan meningkatkan nilai perusahaan

Menurut Munawir (2014), profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut. Rasio profitabilitas menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada masa mendatang dan merupakan indikator dari keberhasilan operasi perusahaan (Wijaya dan Sedana, 2015). Rasio profitabilitas terdiri atas dua jenis, yaitu rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan (margin laba kotor dan margin laba bersih), dan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi, yaitu return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

Tujuan profitabilitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang memuaskan sehingga pemodal dan pemegang saham akan meneruskan untuk menyediakan modal bagi perusahaan. Seorang investor akan lebih menekankan referensi pada return yang akan didapat dari investasi yang ditanamkan. Jika Investor mengharapkan untuk mendapatkan tingkat kembalian (return) baik berupa dividen maupun capital gain.

Rasio profitabilitas yang diukur dengan ROE (Return On Equity) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Rentabilitas Modal Sendiri (RMS) yaitu laba bersih setelah pajak (NIAT) terhadap total modal sendiri (equity) yang berasal dari modal pemilik, laba ditahan dan cadangan lain yang dikumpulkan perusahaan. Laba bersih setelah pajak adalah laba setelah dikurangi pajak dengan laba hasil penjualan dari aktiva tetap, aktiva non produktif, aktiva lain-lain dan saham penyertaan langsung. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam didalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Semakin tinggi ROE menunjukan semakin efisiensi perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba atau keuntungan bersih.

Ada beberapa rumus yang dapat digunakan dalam menghitung profitabilitas, antara lain:

  1. Net Profit Margin (NPM) digunakan untuk mengukur presentase laba bersih setelah pajak terhadap penjualan bersih perusahaaan. NPM = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih
  2. Return on Assets (ROA) digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Return on Asset (ROA) merupakan rasio pendapatan bersih setelah pajak terhadap rata-rata aktiva tetap. ROA = Laba Bersih Setelah Pajak / Rata- rata aktiva tetap
  3. Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri atau ekuitas dalam menghasilkan keuntungan. Return on Equity (ROE) yaitu membagi laba bersih setelah pajak (earning after tax) dengan modal sendiri atau ekuitas. ROE = Laba Bersih / Total Ekuitas
  4. Gross Profit Margin (GPM) digunakan untuk mengukur tingkat laba kotor terhadap penjualan bersih perusahaaan. GPM = Laba Bruto / Laba Bersih

Untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI digunakan Return On Equity (ROE), karena ROE mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan dalam bentuk penyertaan modal sendiri yang ditanamkan oleh pemegang saham yang merupakan ukuran atau indikator penting dari share holder value creation.