Pendekatan Disiplin Kerja

Ada tiga pendekatan disiplin kerja menurut Mangkunegara (2011:130) yaitu pendekatan disiplin modern, disiplin dengan tradisi, dan disiplin bertujuan.

Pendekatan disiplin modern

Pendekatan disiplin modern merupakan mempertemukan sejumlah keperluan atau kebutuhan baru diluar hukuman. Pendekatan ini berasumsi:

  1. Disiplin modern merupakan suatu cara menghindari bentuk hukuman secara fisik.
  2. Melindungi tuduhan yang benar untuk diteruskan pada proses hukum yang berlaku.
  3. Keputusan-keputusan yang semaunya terhadap kesalahan atau prasangka yang harus diperbaiki dengan mengadakan proses penyuluhan dengan mendapatkan fakta-faktanya.
  4. Melakukan protes terhadap keputusan yang berat sebelah pihak terhadap kasus disiplin.

Pendekatan disiplin dengan tradisi

Pendekatan disiplin dengan tradisi yaitu, pendekatan disiplin dengan cara memberikan hukuman. Pendekatan ini berasumsi:

  1. Disiplin dilakukan oleh atasan kepada bawahan, dan tidak pernah ada peninjauan kembali bila telah diputuskan.
  2. Disiplin adalah hukuman untuk pelanggaran, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya.
  3. Pengaruh hukuman untuk memberikan pelajaran kepada pelanggar maupun kepada pegawai lainnya.
  4. Peningkatan perbuatan pelanggaran diperlukan hukuman yang lebih keras.
  5. Pemberian hukuman terhadap pegawai yang melanggra kedua kalinya harus diberi hukuman yang lebih berat.

Pendekatan disiplin bertujuan

Pendekatan disiplin bertujuan berasumsi bahwa:

  1. Disiplin kerja harus diterima dan dipahami oleh semua pegawai.
  2. Disiplin bukanlah suatu hukuman, tetapi merupakan pembentukan perilaku.
  3. Disiplin ditujukan untuk perbahan perilaku yang lebih baik.
  4. Disiplin pegawai bertujuan agar pegawai bertanggung jawab terhadap perbuatannya.