Kinerja

Kinerja didefinisikan sebagai serangkaian tingkah laku yang mampu mengontrol pekerja, sehingga dapat menempatkan tingkah laku mana yang sesuai atau tidak pekerjaan (Colquitt, 2011:35). Kinerja yang tinggi merupakan praktik dari tingkat keterlibatan pekerja, peningkatan kemampuan dan motivasi (Amstrong, 2014:58). Dalam pemenuhan kinerja tinggi terdapat beberapa komponen yang harus menjadi perhatian antara lain:

  1. Infrastruktur pekerjaan; di mana organisasi harus memenuhi kebutuhan untuk melengkapi kemampuan yang pekerja miliki, sehingga mampu memotivasi mereka dalam pekerjaan
  2. Program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan; organisasi harus memulai investasi dalam pengembangan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan
  3. Penyebaran informasi dan mekanisme keterlibatan pekerja; untuk mengetahui ketersediaan alternatif dan memperbaiki keputusan
  4. Peluang penghargaan dan promosi sebagai pendorong motivasi (Amstrong, 2014: 59).

Berbagai macam jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai, tentunya membutuhkan kriteria yang jelas, karena masing-masing jenis pekerjaan tentunya mempunyai standar yang berbeda-beda tentang pencapaian hasilnya. Makin rumit

Jenis pekerjaan, maka prosedur standar operasi yang ditetapkan akan menjadi syarat mutlak yang harus dipatuhi. Dalam suatu perusahaan budaya organisasi, motivasi, komitmen organisasional, gaya kepemimpinan seseorang dan kepuasan kerja pegawai dapat berpengaruh terhadap kinerja pegawainya bahkan dapat juga berpengaruh terhadap keinginan seseorang untuk berpindah pekerjaan.

Mathis dan Jackson (2014:378) mendefinisikan kinerja (performance) pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pegawai. Kinerja pegawai yang umum untuk kebanyakan pekerjaan meliputi elemen sebagai berikut: (1) Kuantitas dari hasil, (2) Kualitas dari hasil, (3) Ketepatan waktu dari hasil, (4) Kehadiran, dan (5) Kemampuan bekerjasama. Sehingga kinerja seseorang dapat dilihat dari individu masing-masing dalam hal kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan, ketepatan dan pemanfaatan waktu yang digunakan dalam penyelesaian pekerjaan.

Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan program, kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan dan misi serta visi suatu organisasi. Kinerja juga merupakan hasil akhir atau kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang atau suatu pekerjaan pada waktu tertentu. Tercapainya target dan sasaran pekerjaan dengan perilaku yang benar dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Semakin baik dan tinggi kinerja seseorang, akan semakin baik pula hasil dan pencapaian yang akan diperoleh baik oleh individu maupun perusahaan.

Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kinerja seorang pegawai merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap pegawai mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja pegawai dapat ditingkatkan dengan memberikan contoh yang baik dari seorang pemimpin, memotivasi pegawai dan selalu memperhatikan pegawai dalam bekerja (Potu, 2013).

Robbins (2006:260) menyatakan bahwa ada 5 (lima) indikator pengukuran kinerja pegawai yaitu :

  1. Kualitas, kualitas kerja diukur dari persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan pegawai.
  2. Kuantitas, merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
  3. Ketepatan waktu, merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.
  4. Efektivitas, merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga,uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
  5. Kemandirian, merupakan tingkat seorang pegawai yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya .Komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat di mana pegawai mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab pegawai terhadap kantor.