Kinerja Keuangan

Pengukuran kinerja keuangan yang paling umum adalah dengan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis), menggunakan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Roos, Westerfield, dan Jordan (dalam Agung, 2012) menyatakan bahwa analisis rasio keuangan adalah hubungan yang dihitung dari informasi keuangan suatu perusahaan dan kemudian digunakan untuk tujuan perbandingan.

Analisis rasio keuangan mampu menjelaskan atau memberi gambaran mengenai baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan, serta mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan (Agung, 2012).

Profitabilitas

Profitabilitas merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, maka semakin rinci informasi yang disampaikan manajer dalam memberikan informasi kepada para stakeholder, hal ini berguna untuk meyakinkan stakeholder perusahaan.

Beberapa penelitian mengungkapkan adanya hubungan antara profitabilitas dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Rasio profitabilitas mencerminkan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional (Damayanti dan Akhmad, 2015). Rumus yang digunakan untuk mengukur profitabilitas adalah sebagai berikut :

ROA = Laba bersih setelah pajak / Total asset

Lavarage

Leverage merupakan rasio untuk mengukur besarnya aktiva yang dibiayai oleh utang atau proporsi total utang terhadap rata-rata ekuitas pemegang saham. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi mempunyai kewajiban untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas.Semakin tinggi leverage, besar kemungkinan perusahaan untuk melakukan pelanggaran terhadap kontrak utang, sehingga manajer akan melaporkan laba saat ini lebih tinggi dibandingkan laba masa depan. Jensen & Meckling (1976) menjelaskan, teori keagenan memprediksi bahwa perusahaan dengan rasio leverage yang lebih tinggi akan mengungkapkan lebih banyak informasi, karena biaya keagenan perusahaan dengan struktur modal seperti itu lebih tinggi.

pengukuran leverage menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), dengan rumus sebagai berikut :

DER = Total kewajiban / Ekuitas

Likuiditas

Likuiditas merupakan rasio yang mengambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, artinya apabila perusahaan ditagih maka akan mampu memenuhi atau membayar utang tersebut terutama yang sudah jatuh tempo Fred Weston dalam Kasmir (2012:129). Rumus yang digunakan untuk mengukur likuiditas adalah sebagai berikut :

Current ratio = Aset lancar / Kewajiban lancer

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan diukur dari aset yang dimilki perusahaan. Aset adalah sumber ekonomi yang memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Perusahaan yang besar, umumnya memiliki jumlah aset yang besar pula. Lang dan Lundholm (dalam Benardi dkk, 2009), menyatakan bahwa tingkat keluasan informasi dalam kebijakan pengungkapan perusahaan akan meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran perusahaan, hal ini dikarenakan perusahaan yang berukuran lebih besar cenderung memiliki tuntutan publik (publik demand) akan informasi yang lebih tinggi dibanding dengan perusahaan yang berukuran kecil. Ukuran perusahaan diukur dengan rumus :

Size = ln (total aset perusahaan)