Indikator Kepuasan Kerja

Luthans (2006: 243) menyatakan bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Hal-hal utama dengan mengingat dimensi-dimensi paling penting yaitu gaji, pekerjaan itu sendiri, promosi, pengawasan, kelompok kerja dan kondisi kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:203) sebagai berikut:

  1. Balas jasa yang adil dan layak ;
  2. Penempatan yang tepat sesuai keahlian;
  3. Berat ringannya pekerjaan;
  4. Suasana lingkungan pekerjaan;
  5. Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan;
  6. Sikap pimpinan dalam memimpinkepemimpinannya;
  7. Sifat pekerjaan monoton atau tidak.

Menurut Veithzal Rivai (2011:860) indikator kepuasan kerja adalah :

  1. Isi pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang aktual dan sebagai kontrol terhadap pekerjaan
  2. Supervise
  3. Organisasi dan manajemen
  4. Kesempatan untuk maju
  5. Gaji dan keuntungan dalam bidang finansial lainnya seperti adanya insentif
  6. Rekan kerja
  7. Kondisi pekerjaan

Menurut Kreitner dan Kinicki (Widodo, 2015: 175), terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya kepuasan kerja, sebagai berikut:

  1. Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan). Kepuasan yang ditentukan oleh tingkatan karakteristik pekerjaan memberikan kesempatan pada individu untuk memenuhi kebutuhannya.
  2. Discrepancies (perbedaan). Model ini menyatakan bahwa kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang diharapkan dan yang diperoleh individu dari pekerjaan.
  3. Value attainment (pencapaian nilai). Kepuasan merupakan hasil dari persepsi pekerjaan yang memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting.
  4. Equity (keadilan). Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja.
  5. Dispositional / genetic components (komponen genetik). Model ini didasarkan pada keyakinan bahwa kepuasan kerja sebagian merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik.