Definisi Kecemasan Sosial

Menurut Schlenker dan Leary (Sinead Pugh, 2017) kecemasan sosial didefinisikan sebagai hasil dari evaluasi atau penilaian pribadi dari orang lain. Individu yang mengalami kecemasan sosial cenderung menarik diri dari situasi sosial dan mengisolasi diri. Menurut La Greca dan Lopez (dalam Junttila et al, 2011) kecemasan sosial adalah pengalaman rasa takut, cemas atau khawatir tentang situasi sosial dan takut akan dievaluasi oleh orang lain. Menurut DeWall (dalam Rahmawati et al, 2014), kecemasan sosial merupakan sebuah fenomena yang ditandai oleh rasa takut dan stress.

Kecemasan sosial diartikan sebagai kekhawatiran atau ketakutan yang di alami seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain (Suryaningrum, 2008). Kecemasan sosial merupakan ketakutan berlebihan menerima kritik dari orang lain, yang mengarahkan individu menghindari interaksi dengan sekelompok orang atau kelompok sosial (Swasti dan Wisjnu, 2013). Kecemasan sosial adalah perasaan tidak nyaman akan kehadiran orang lain, yang selalu disertai dengan perasaan malu, merasakan kekhawatiran atau ketakutan, hambatan dan kencenderungan menghindari situasi sosial (Dayakisni dan Hudainah, 2009).

Dari beberapa definisi di atas dapat peneliti simpulkan bahwa kecemasan sosial merupakan perasaan cemas yang terus-menerus, rasa khawatir yang tidak rasional, dan rasa takut yang berlebihan jika berinteraksi dengan orang lain. Individu yang mengalami kecemasan sosial memiliki perasaan takut diperhatikan oleh orang lain karna adanya persepsi atau prasangka bahwa orang lain akan menilai negatif tentang dirinya.

 

Daftar Pustaka 

Pugh, Sinead. (2017). Investigating the relationship between: Smartphone Addiction, Social Anxiety, Self-Esteem, Age and Gender. Dublin: Dublin Business School.

Juntilla, N., Laakonen, E., Niemi, dan Ranta, K. (2011). Modeling the Interrelations of Adolescent, Loneliness, Social Anxiety and Social Phobia. Center for Learning Research, University of Turku.

Rahmawati, S., Yusainy, C., & Nurwanti, R. (2014). Selfie: Peranan Jenis Komentar Terhadap Hubungan Antara Kecemasan Sosial dan Perilaku Agresif Pelaku Selfie. Skripsi. Tidak diterbitkan. Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.

Suryaningrum, Cahyaning. (2008). Terapi Kognitif Tingkah Laku Untuk Mengatasi Kecemasan Sosial. Jurnal Ilmiah Bestari, 39.

Swasti, Idea Khurnia,. & Martani, Wisjnu. (2013). Menurunkan Kecemasan Sosial melalui Pemaknaan Kisah Hidup. Jurnal Psikologi, 40,

Dayakisni, T,. & Hudainah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.