Corporate Social Responsibility

The Word Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mendefinisikan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, sebagai:

“Continuing commitment by business to behave athically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large.”

Maksudnya adalah, komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan pengingkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas (Wibisono 2007:7).

Menurut Ghozali dan Chariri (2007), pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan proses yang digunakan oleh perusahaan untuk mengungkapkan informasi berkaitan dengan kegiatan perusahaan dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut memperluas tanggung jawab organisasi dalam hal ini perusahaan, di luar peran tradisionalnya untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemilik modal, khususnya pemegang saham.

Perluasan tersebut dibuat dengan asumsi bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dibanding hanya mencari laba untuk pemegang saham (Gray, et al., 1995).

Archie Carroll (1979) mendefinisikan CSR sebagai berikut :

“corporate social responsibility involves the conduct of a business so that it is economically profitable, law abiding, ethical and socially supportive. To be socially responsible then means that profitability and obedience to the law are foremost conditions when di scussing the firm’s ethics and the extent to which it supports the society in which it exists with contributions of money, time and talent”

Maksudnya adalah tanggung jawab sosial perusahaan melibatkan perilaku bisnis sehingga menguntungkan secara ekonomi, taat hukum, etis dan mendukung secara sosial. Bertanggung jawab secara sosial kemudian berarti bahwa profitabilitas dan ketaatan pada hukum adalah kondisi terdepan saat memperjuangkan etika perusahaan dan sejauh mana ia mendukung masyarakat di mana ia hadir dengan kontribusi uang, waktu dan bakat.