Aspek-aspek Kecemasan Sosial

Terdapat tiga aspek kecemasan sosial yang dikemukakan oleh La Greca dan Lopez (dalam Junttila et al, 2011), yaitu:

  1. Ketakutan akan evaluasi negatif. Kecemasan sosial terjadi ketika individu merasa khawatir tentang bagaimana mereka dipandang dan dinilai oleh orang lain (Leary dan Kowalski, 1995).
  2. Penghindaran sosial dan rasa tertekan dalam situasi yang baru atau berhubungan dengan orang asing. Penghindaran sosial dan distress berarti merasa tidak nyaman, kesulitan dan penghindaran atau hambatan yang dirasakan individu pada orang lain, kecemasan muncul ketika bertemu dengan orang[1]orang baru atau ketika individu melakukan sesuatu yang baru didepan orang lain, misalnya berbicara di depan umum La Greza dan Lopez (dalam Junttila et al, 2011).
  3. Penghindaran sosial dan rasa tertekan yang dialami secara umum atau dengan orang yang dikenal.

Penghindaran sosial dan distress berarti merasa tidak nyaman, kesulitan dan penghindaran atau hambatan yang dirasakan individu pada orang lain, namun pada aspek umum individu cenderung diam dan malu bahkan dengan kelompok yang sudah di kenal dan takut menerima undangan teman-temannya untuk bergabung atau melakuka hal-hal bersama dengan mereka, La Greza dan Lopez (dalam Junttila et al, 2011)

Pada penelitian ini, pengukuran kecemasan sosial sesuai dengan aspek- aspek yang dikemukakan oleh La Greca dan Lopez (dalam Junttila et al, 2011) yang mencakup aspek ketakutan akan evaluasi negatif, penghindaran sosial dan rasa tertekan dalam situasi yang baru atau berhubungan dengan orang asing maupun situasi baru, penghindaran sosial dan rasa tertekan yang di alami secara umum ataupun dengan orang yang dikenal.

Daftar Pustaka

Juntilla, N., Laakonen, E., Niemi, dan Ranta, K. (2011). Modeling the Interrelations of Adolescent, Loneliness, Social Anxiety and Social Phobia. Center for Learning Research, University of Turku.

Leary, M., Kowalski, B. (1995). Social Anxiety. New York: Guilford Press.